Rengganis atau Rengginang manis adalah salah satu produk home industry yang diunggulakan di Dusun Semali. Dulu terdapat banyak home industry yang memproduksi rengginang di Dusun Semali. Tetapi, ketika harga bahan baku mulai naik banyak produsen yang gulung tikar. Namun, tidak untuk pasangan Bapak Istarto dan Ibu Wati yang tetap bertahan untuk memproduksi Rengginang manis dari tahun 2000 hingga saat ini.

Ibu Wati mengaku bahwa alasan menekuni usaha rengginang manis ini karena merasa sudah memiliki ketrampilan. Dulunya Ibu Wati adalah seorang tenaga kerja yang bekerja di sebuah home industry, lalu keluar karena ingin mencoba membuat usaha sendiri. Tak disangka, usahanya berjalan lancar hingga sekarang.

Setiap harinya ia bisa menghabiskan 5-7,5 kg beras ketan, yang setiap kilonya menghasilkan 60 bungkus rengganis yang berisi 10 pcs. Satu bungkus rengganis dibandrol dengan harga Rp2500,00. Rengganis buatan Ibu Wati ini sudah dipasarkan di wilayah Muntilan dan Pasar Sleman. Bahkan, hingga Bogor dan Kalimantan.

Tak heran, karena Rengganis buatan Ibu Wati ini dibuat secara alami, pengeringan mengguanakan sinar matahari langsung sehingga lebih awet dibandingkan pengeringan dengan oven. Oleh karena itu, produksi rengganis ini sangat di pengaruhi oleh musim. Saat musim hujan, hanya memerlukan 5 kg beras ketan untuk membuat rengganis sedangkan saat musim kemarau beras ketan yang diperlukan mencapai 7,5 kg setiap harinya.

Ibu Wati menuturkan bahwa ia tidak menggunakan pemanis buatan dalam produk rengganis buatannya. Ia juga mencetak dengan cara lama yaitu dengan menggunakan cetakan bundar yang dicetak dengan tangan, tidak menggunakan alat cetak modern.


Pengemasannya juga masih menggunakan cara lama walaupun ia mempunyai alat press. Menurutnya pengemasan menggunakan plastik yang disteples membuat rengganis tidak mudah hancur. Perlu diketahui bahwa pengemasan dengan cara lama ini membutuhkan ketrampilan khusus dan sudah memiliki izin PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga).

Prospek usaha ini juga sangat menjanjikan karena jumlah produsen tidak sebanding dengan jumlah permintaan di pasar yang terlalu banyak sehingga sangat dimungkinkan untuk mengembangkan potensi Dusun Semali dengan usaha rengginang ini.  Informasi lebih lanjut atau pemesanan segera datang ke Dusun Semali, Rt 02/ Rw 11, tepatnya di rumah Bapak Istarto dan Ibu Wati.
_MiaC